Selasa, 08 Mei 2012

Autis = Cacat = Stop Saying It's

Postingan radha serius nih pemirsa...
Beberapa waktu lalu sempat booming kampanye buat ngga' menggunakan kata2 'Autis' dalam percakapan sehari-hari. Tentu saja buat menghormati pengidap penyakit ini. Dan kayaknya kampanye tersebut sukses besar. Selang beberapa waktu setelah peringatan hari Autis sedunia, dan kampanye yang tersebar luas dari mulut ke mulut, dari tweet ke tweet, dari status ke status, dari perut turun ke kaki, dari perut naik ke tangan, dan dari perut kesemuanya... hampir ngga dijumpai lagi kalimat ejekan yang menggunakan kata2 autis. 

Tapi pemirsa, kalau gue perhatiin ada lagi kata2 yang perlu dibasmi dari percakapan sehari2, alasanya sama kayak penggunaan kata autis tadi. Thats right...kata itu adalah 'cacat'. Sama seperti autis, cacat adalah sejenis kelainan yang diderita seseorang. Akhir2 ini, sering banget kata2 ini digunakan sebagai kata ejekan kepada seseorang kalau dia nglakuin kebodohan, kekonyolan ataupun kesalahan sepele. Nah, kalau penggunaan kata 'autis' dari percakapan sehari-hari harus dihilangkan, maka kata 'cacat' juga harusnya dibasmi. Jujur gue baru tau kemaren kalau ada hari autis sedunia. Makanya gue juga berharap ada juga hari cacat sedunia, biar adil gitu. hehe...

Pemirsa...didunia ini siapa sih yang pengen terlahir ngga sempurna? Pastinya ngga' ada! Maka dari itu, sebagai wujud syukur karna telah dikasih tubuh yang sedemikian sempurna, plis coy stop melecehkan orang yang memiliki kekurangan. Kata autis ato cacat sama2 harus kita gunain sesuai kaidahnya. Jangan gunakan seenak mulut kita, cuma buat keren2an atau lucu2an. Sueer bro itu ngga keren...orang jaman dulu nyebutnya kamseupay. Kalau gue baca dari kitabnya Tatang Sutarna, ucapan itu bisa jadi sumpah. Nah makanya demi kelangsungan hidup bumi kita tercinta ini, berucaplah yang baik2. Karena sejatinya mulut diciptakan untuk berkata, dan sebaik2nya perkataan adalah perkataan yang menyenangkan bagi orang lain. Dah gitu aja...

0 komentar:

Posting Komentar

 
;